Sleep tight, sweet dreams : )
Jumat, 02 November 2012
Jumat, 12 Oktober 2012
sunday sewing: intimate for SOKOLA
Ini cerita akhir bulan September kemarin. Weekend yang sibuk. Selain rutinitas beres-beres, weekend itu juga dipenuhi hatchi-hatchi: flu berat. Padahal segala proposal, laporan, dan berbagai pekerjaan memenuhi pikiran. Apalagi untuk menjahit.
Tapi ya, begitulah SOKOLA. Selalu ada ruang untuk diri sendiri. Itu yang paling menyenangkan dari pekerjaan ini. Sekalipun request menjahit itu ada tujuannya. Ini terkait dengan tim The Jungle School yang berangkat ke Bali untuk meramaikan Ubud Writers and Readers Festival. SOKOLA akan punya stand di sana untuk menjual buku, merchandise dan barang-barang lain. Jadilah kami mengumpulkan barang dagangan, agar keuntungannya bisa menjadi donasi untuk SOKOLA.
Jadi inilah yang akhirnya aku jahit untuk SOKOLA: dua buah beach bag kembar motif bolak-balik: tenun sulawesi dan motif surfing turtle yang aku dapet sekitar seminggu sebelumnya di Cipadu. Ohohoho... aku belum cerita ya, kalau ke Cipadu. Iya, Cipadu, meskipun cuma sebentar sekali tapi kura-kura ini langsung memanggil-manggil di sana. Cuma beli satu meter dan langsung habis dijahit dua tas ini.
Kabar baiknya, dua-duanya laku di Ubud. Senang sekali mendengarnya! Langsung besokannya ke Mayestik cari kain untuk bikin tas lagi! Hahahaha...
Nah, yang berikut dijahit di hari yang sama. Tapi hasil merombak sarung bantal kanvas Model folding bag ini sudah lama menari-nari di kepala. Butuh waktu mencari kainnya karena waktu itu sama sekali ngga sempet ke Mayestik untuk cari kain kanvas. Pikir-pikir juga cari motif yang cocok. Eh, ngga sengaja liat sarung bantal ini di Informa, diskon 70% pula. Aku langsung beli yang ukuran 50x50 cm. Tadinya cari bahan kulit untuk talinya, tapi ngga ketemu. Akhirnya pakai webbing biasa karena udah ngga sabar.
Aku puas dengan tas ini, meski ada sedikit kekurangan karena menjahit sambil hatchi-hatchi.
Baiklah, sekarang saatnya kembali ke proposal dan laporan! Welcome weekend!
Selasa, 11 September 2012
september sunday sewing
Akhirnya meluangkan waktu sehari untuk menjahit. Hari minggu lalu, hari yang panas. Karena Dodi sedang keluar kota, aku sangat leluasa menjahit... hehehe... Begitu bangun tidur, bikin teh panas, langsung keluarin kain-kain dan mesin jahit. Ngga mandi, ngga makan, cuma diselingin tiga potong pizzaa sepanjang sehari itu. It's so fun!
Ini adalah kado yang kujanjikan untuk baby Danesh. Kain-kainnya, idenya, sudah disiapkan jauh sebelum baby Danesh direncanakan... hehehe... Dulu kan pernah bikin baby blanket seperti ini yang warna pink, nah, versi birunya baru sekarang berhasil dijahit. Oh ya, pink blanket-nya sudah menjadi milik baby Maritza yang lahir awal Agustus lalu.
Dan, minggu lalu aku punya kain baru. Beli di toko online. Warna coklatnya bagus, juga motif-motif daunnya bikin aku langsung jatuh cinta. Kepalaku langsung penuh ide ini-itu. Setelah tahu bahwa kainnya adalah jenis katun stretch, maka ide-ide dipersempit lagi. Ngga jadi deh bikin selimut untuk penutup sofa.
Akhirnya inilah yang kujahit: empat buah place mat untuk dipakai sendiri, juga korden untuk kamar. I love the curtains. Lovely. Membuat kamarku lebih cerah.
Minggu lalu juga, gara-gara Hani minta sarung untuk BB barunya, aku jadi mengeluarkan setumpuk pouch ini. Tinggal tersisa 8 buah dari 12 buah yang pernah kujahit. Sudah lama sekali. Mungkin hampir setahun lalu. Tadinya memang untuk dijual, tapi lupa upload dan akhirnya kubagi-bagi saja. Memberi selalu menyenangkan, ya kan? ; )
Dan, satu lagi ide yang sudah lama bertengger di kepala tapi baru bisa aku bikin adalah papan nomor rumah ini. Gara-garanya kepikiran ama talenan bertali tambang, tapi terus lupa dijual di toko apa. Baru ketemu lagi minggu lalu dan langsung kucorat-coret untuk jadi papan nomor rumah. Cute juga, tapi lain kali mungkin harus pakai cat minyak...
Dan satu hal lagi yang membuatku happy minggu lalu adalah dua buah buku ini. Tidak sengaja menemukannya dalam tumpukan buku diskon di Times perpus UI. Masing-masing dihargai Rp99.000 yang membuatku tidak berpikir panjang untuk membelinya.
Have a great week, everyone!
Minggu, 26 Agustus 2012
Oh My God!
Ternyata banyak jahitan yang belum aku upload sejak akhir tahun lalu! Padahal, aku banyak sekali menjahit sepanjang bulan Desember tahun lalu. Tapi bulan itu juga aku sibuk packing, bersiap pindahan rumah. Mungkin karena itu, sebagian jahitan belum sempat dipublish di sini. Di facebook sih, sudah, makanya sebagian sudah berpindah tangan.
Misalnya tiga dangerously nursing apron ini, sold out semuanya:
Dan placemat ini:
Kalau yang ini aku bikin empat buah untuk kupakai sendiri:
Apron ini juga sudah berpindah tangan:
Hmmm... apalagi, ya? Jangan-jangan masih ada yang ketinggalan?
Sabtu, 25 Agustus 2012
eat, pray, and sew
Apa lagi? Demikianlah hari raya, dirayakan dengan gembira oleh seluruh keluarga. Makanan-makanan enak disajikan. Diserbu sepulang sholat ied. Lanjut dengan kunjungan-kunjungan ke sanak saudara: makan lagi ; )
Lebaran kali ini bukan di Jogja. Aku pulang ke keluarga Dodi di Bandung. Merayakan dengan tradisi yang sedikit berbeda. Tapi intinya sama: ada makan setelah sholat ied. Hahahaha... Tapi entah kenapa, sejak hari pertama di Bandung, di kepalaku berseliweran ide-ide menjahit. Mungkin karena malam sebelum berangkat, aku sempatkan membuka-buka kontainer kainku. Rencananya memang akan menjahit selimut untuk baby Danesh di Bandung, tapi ternyata ngga punya cukup waktu.
Melihat-lihat tumpukan kainku, datanglah ide ini-itu. Ini bikin aku tidak tenang. Rasanya ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan membuka mesin jahitku. Selain, aku rindu rumah kecil kami.
Maka begitu tiba di rumah, aku tidak menunggu lagi. Malam itu juga mesin jahit dibuka. Dan ini yang kujahit pertama:
Mukena. Telat mungkin, ya. Tapi sesungguhnya ide ini udah melintas sejak lebaran tahun lalu. Waktu itu masih bingung cari kain yang pas. Tapi herannya, malam itu aku bahkan ngga beli bahan apapun. Cari-cari di kontainer, dapatlah kain kotak-kotak baby pink ini, dan kain polos warna senada untuk bawahannya.
Menjahit tanpa pola, modal menjiplak mukena yang ada. Sisanya, ya improvisasi... Hehehe...
Jahitan dilanjutkan besokannya karena aku terlalu capek dan mengantuk. Hasilnya cukup memuaskan, sekalipun agak ruwet pas menjahit sambungan dagunya. Apalagi emang mukena begini, nyaris ngga ada yang jual. Semuanya penuh bordir dan kebanyakan bahannya aku kurang suka.
Dan, sekali membuka mesin, kepalang tanggung untuk hanya menjahit satu project saja. Maka jadilah serbet dapur dan serbet makan ini. Ini project menjahit serbet yang kedua. Kainnya aku beli di Mayestik hari terakhir sebelum libur lebaran, kebetulan setor laporan ke kantor GEF yang dekat sana.
Kainnya katun yang cukup tebal. Cantik. Enah kenapa, lagi suka bunga-bunga vintage. Cantik. Dan memang alasan aku menjahit sendiri serbet-serbet ini karena aku tidak menemukan serbet makan dan serbet dapur yang sesuai dengan keinginanku.
Well, menjahit selalu bisa mengembalikan gairah.
Selamat Idul Fitri. Maaf lahir dan batin!
Langganan:
Postingan (Atom)















